Selamat datang di pelatihan Gus Dur for Peace! Senang sekali bisa berkumpul bersama pemuda calon agen perubahan dan penggerak perdamaian. Manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, agar teman-teman dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan dalam mendorong gerakan perdamaian di tingkat desa (melalui peningkatan kapasitas pada kesetaraan gender, nilai-nilai perdamaian, pengorganisasian, dan kampanye), serta mendukung inisiatif pemuda dalam implementasi agenda desa damai.
Kamu pasti memiliki berbagai ekspektasi, harapan, dan mungkin kekhawatiran terkait pelatihan ini. Yuk berbagi kepada teman-teman dan fasiliator, agar dapat saling membantu mewujudkan harapan dan mengatasi kekhawatiranmu. Klik tautan Jamboard berikut. Tuliskan maksimal 3 poin yang merupakan harapan jangka pendek, jangka panjang, dan kekhawtiranmu. Gunakan fitur post it untuk menulis. Selanjutnya, ikuti instruksi dari fasilitator ya!
Proyek sosial adalah tugas akhir yang perlu kamu susun pada akhir pelatihan ini. Gunakan waktumu dan pelatihan ini sebaik mungkin, sehingga kamu dapat menemukan masalah & ide penyelesaian yang menarik sebagai proyekmu. Penjelasan mengenai proyek ini tertera pada slide presentasi di atas, namun jangan lupa untuk memperhatikan penjelasan lebih lengkapnya dari fasilitator saat sesi berlangsung ya.
Agar kamu dapat lebih mengenal teman sesama peserta, kita akan melakukan kegiatan berkelompok pertama dimana kamu dapat berinteraksi lebih banyak dengan peserta lainnya.
Setiap harinya, kita akan melakukan rangkuman dan refleksi. Kami ingin kamu berbagi, apa saja yang kamu pelajari pada sesi hari ini? Kamu juga dapat membagikan secara lisan, sesi atau aktifitas apa yang paling menarik bagimu.
Perlu disadari bahwa manusia, baik laki-laki dan perempuan, memiliki kedudukan yang setara. Kesetaraan ini penting agar dapat menghormati perbedaan namun juga tidak menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk mendiskriminasi. Maka, pada sesi ini, kamu diharapkan: 1. Memahami konsep kesetaraan, baik kesetaraan laki-laki dan perempuan maupun kesetaraan sesama manusia secara umum; 2. Memahami adanya perlakuan yang tidak adil, diskriminatif, dan marginalisasi (peminggiran) dalam masyarakat.
Dari memahami kenyataan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat beragam, baik dari jenis kelamin, suku, bahasa, warna kulit, antar agama atau intra agama. Setelah menyadari keberagaman atau kebinekaan tersebut kamu diharapkan dapat mengembangkan sikap toleran, baik dalam lingkup terkecil yaitu keluarga, sebagai anak bangsa, hingga bagian dari masyarakat dunia.
Sesi ini hendak menjelaskan bahwa perempuan dan laki-laki hidup dalam konstruksi sosial. Sejak lahir, laki-laki dan perempuan sudah memiliki "tugas" berdasarkan gendernya masing-masing. Seolah-olah "tugas" tersebut bersifat wajib dan tidak bisa diubah, hingga berdampak pada dunia pekerjaan. Maka, sesi ini kamu diharapkan: 1. Memahami makna konstruksi sosial terkait relasi laki-laki dan perempuan. 2. Membedakan karakter laki-laki dan perempuan yang alami dan yang merupakan konstruksi. 3. Dapat bersikap adil mengingat sudah memiliki pemahaman terkait konstruksi sosial.
Peran Perempuan dalam Perdamaian dan merancang Kampanye Perdamaian
Pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran besar dalam menciptakan perdamaian. Para perempuan memiliki peran penting apalagi mengingat bonus demografi saat ini. Pada akhir sesi ini, kamu diharapkan memahami dan dapat menerapkan langkah-langkah kampanye, sehingga mampu berkontribusi dalam perdamaian.
Proyek sosial adalah sebuah tugas akhir yang sekaligus menjadi wadah teman-teman untuk melakukan aksi nyata menyelesaikan masalah gender yang ada lingkungan.
Selamat! Kamu telah sampai pada sesi terakhir pelatihan ini. Banyak sekali topik yang telah dibahas selama pelatihan berlangsung. Pada sesi ini, kita akan meninjau kembali insight apa saja yang sudah kamu dapatkan.